JAKARTA, duniadalamberita.online – Langkah integrasi transportasi publik di jantung Ibu Kota Jakarta memasuki babak baru. Per Selasa, 1 September 2026, PT KAI Commuter secara resmi menghentikan seluruh operasional pelayanan naik-turun penumpang di Stasiun Karet. Sebagai gantinya, seluruh layanan 264 perjalanan KRL Commuter Line harian dari dan menuju lintas Kampung Bandan/Cikarang dialihkan penuh ke Stasiun Sudirman Baru atau BNI City.
Kebijakan penutupan stasiun bersejarah ini langsung memicu beragam reaksi dari para pengguna setia KRL serta pelaku UMKM di sekitar kawasan Karet yang kini harus beradaptasi dengan perubahan rute pedestrian.
🚶♂️ Rincian Jalur Integrasi & Dampak Lapangan Penutupan Stasiun Karet
Berikut rincian fakta lapangan serta keluhan pengguna dan pedagang pasca-pengalihan ke Stasiun BNI City:
Akses & Jarak Pedestrian:
Penumpang dari area Stasiun Karet harus berjalan kaki melalui selasar pedestrian pinggir sungai sejauh 150 hingga 200 meter untuk mencapai pintu masuk Stasiun BNI City.
Kondisi ini dinilai menambah waktu tempuh dan tantangan fisik, terutama bagi penumpang lansia serta saat kondisi hujan deras.
Skala Layanan Pengalihan: Sebanyak 264 perjalanan Commuter Line harian rute Kampung Bandan/Cikarang kini terpusat penuh di BNI City.
Dampak Sektor UMKM & Pedagang Lokal:
Jumlah orang melintas di sekitar area pintu Stasiun Karet merosot tajam hingga 50 persen dibanding hari biasa.
Pedagang kopi/minuman kemasan melaporkan penurunan omzet penjualan secara drastis akibat hilangnya titik kumpul penumpang.
🚨 Pernyataan Sikap Redaksi: Apresiasi Integrasi Stasiun, Desak KAI Commuter Bangun Kanopi Penuh & Lindungi Pedagang Kecil!
Menyikapi penutupan Stasiun Karet dan pengalihan ke Stasiun BNI City per 3 September 2026 ini, redaksi DUNIA DALAM BERITA ONLINE memberikan pernyataan sikap pengawasan publik yang sangat tegas:
Desak Pemasangan Kanopi Atap Penuh Jalur Pedestrian Karet-BNI City: KAI Commuter dan Pemprov DKI didesak untuk segera melengkapi selasar penyeberangan sungai sepanjang 150-200 meter dengan atap pelindung (canopy) agar penumpang tidak kehujanan dan kepanasan!
Prioritaskan Akses Ramah Lansia & Disabilitas: Jalur penghubung baru wajib dilengkapi dengan peninggian fasilitas jalan serta penerangan yang memadai demi keamanan penumpang lansia dan penyandang disabilitas.
Pemberdayaan Ekonomi Pedagang Lokal: Pemprov DKI dan KAI Commuter didorong untuk menata ulang serta menyediakan area berjualan yang terintegrasi di kawasan BNI City agar nasib pedagang kecil sekitar Karet tidak mati terpukul penutupan stasiun!
"Integrasi transportasi jangan korbankan kenyamanan pejalan kaki! Pasang kanopi pelindung dan lindungi UMKM sekitar Stasiun Karet!" tegas Pimpinan Redaksi.
DUNIA DALAM BERITA ONLINE akan terus berada di garis depan untuk mengawal keterbukaan informasi, pengawasan integrasi transportasi publik, serta perlindungan hak-hak pejalan kaki di Indonesia.
Bagaimana pengalaman Anda saat menjajal rute penyeberangan pedestrian dari kawasan Karet menuju Stasiun BNI City saat ini?
Tetaplah kritis, kawal kenyamanan transportasi publik, dan jaga Kemerdekaan Republik Indonesia!
Tim Investigasi Perhubungan Darat, Transportasi Publik & Pengawasan Ekonomi Rakyat
Redaktur Pelaksana: M.A.D.H.L