JAKARTA, duniadalamberita.online – Buruknya tata kelola dan kelayakan fasilitas armada pelayaran publik milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) transportasi laut kembali membentur batas akal sehat. Berdasarkan temuan dan laporan langsung penumpang dari atas kapal KM Tidar pada Rabu, 22 Juli 2026, fasilitas dasar pelayanan penumpang dilaporkan berada dalam kondisi sangat memprihatinkan, mencakup matinya aliran air bersih, matinya sistem pendingin udara AC, hingga maraknya dugaan komersialisasi fasilitas oleh oknum Anak Buah Kapal (ABK).
Penderitaan Penumpang di Atas Kapal: Air Mati Hingga AC Padam
Para penumpang mengeluhkan pasokan air bersih yang tidak mengalir di dalam kamar mandi sehingga warga terpaksa hanya mengelap badan tanpa bisa mandi dengan layak. Penumpang non-seat yang telah membeli tiket resmi juga dibiarkan terlantar mencari tempat tidur sendiri di selasar kapal. Kondisi kian parah saat fasilitas pendingin udara (AC) ruangan mati total.
Alih-alih memperbaiki fasilitas dasar tersebut, oknum ABK kapal terindikasi memanfaatkan situasi dengan menyewakan kipas angin lengkap dengan sambungan kabel ilegal yang ditarik dari titik arus jauh, di mana kabel-kabel tersebut sengaja dicabut dan disembunyikan setiap kali ada pemeriksaan tiket oleh petugas.
Bisnis Gelap di Tengah Penderitaan Penumpang
Sisi komersialisasi gelap kian nyata saat akses air panas umum yang hanya menetes lambat dijadikan celah oleh oknum ABK untuk menjual air panas, kopi gelas kecil seharga Rp15.000, serta Pop Mie seharga Rp20.000 per porsi. Saat penumpang mempertanyakan saluran pengaduan resmi atas matinya pendingin udara kepada Nakhoda/Kapten Kapal, respon yang diterima justru bersifat melempar tanggung jawab dengan mengarahkan aduan ke nomor kontak 62 tanpa penyelesaian konkret di lokasi.
Peringatan Keras Redaksi: Copot Kapten Kapal dan Sikat Habis Oknum ABK!
Menyikapi bobroknya pelayanan ini, redaksi INDOMOSAD KRITIS NEWS melayangkan pernyataan sikap investigasi yang sangat keras:
"Kami mengutuk keras kebobrokan pelayanan serta dugaan pungli dan komersialisasi fasilitas negara di atas KM Tidar ini. Kami mendesak Direksi PT PELNI dan Kementerian Perhubungan untuk segera mencopot Kapten Kapal serta menyikat habis seluruh oknum ABK yang bermain bisnis gelap di atas penderitaan penumpang. Bersihkan seluruh armada pelayaran publik dari praktik pungli, sabotase fasilitas, dan sikap masa bodoh perwira kapal. Hak masyarakat atas transportasi laut yang aman, bersih, dan manusiawi wajib dijamin utuh 100 persen tanpa ada pengerukan keuntungan pribadi di bawah meja," tegas Pimpinan Redaksi dalam pernyataan sikap investigasinya.
Dunia Dalam Berita akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas agar pelayanan transportasi publik BUMN benar-benar berpihak kepada keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
Laporan Masyarakat
Redaktur Pelaksana: M.A.D.H.L