JAKARTA, duniadalamberita.online – Perum Bulog bergerak cepat meredam isu kelangkaan pangan sekaligus menjaga stabilitas harga beras di tingkat konsumen di seluruh Indonesia. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang logistik pangan tersebut secara konsisten menggelontorkan rata-rata 4.000 ton beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) setiap harinya ke berbagai wilayah Tanah Air.
Langkah masif ini dikonfirmasi langsung oleh Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, usai mendampingi Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto saat memantau langsung ketersediaan dan pasokan beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta Timur.
🌾 Rincian Fakta Penyaluran Beras & Harga Eceran Tertinggi (HET) Bulog
Berikut rincian fakta poin-poin utama strategi Perum Bulog dalam mengamankan pasokan pangan nasional per awal Oktober 2026:
Volume Penyaluran Beras SPHP: Bulog menyalurkan sekitar 4.000 ton per hari atau menyentuh angka 120.000 ton per bulan beras SPHP ke seluruh jaringan ritel dan pasar di Indonesia.
Temuan Peninjauan PIBC Cipinang: Peninjauan bersama Komisi IV DPR RI membuktikan stok beras di Pasar Induk Beras Cipinang sangat berlimpah dan melimpah, sekaligus menepis desas-desus kelangkaan beras di masyarakat.
Pasokan Beras Premium Bulog: Bulog turut menyiapkan sekitar 507 ton beras premium per hari (sekitar 10% dari total kebutuhan nasional, sedangkan 90% sisanya ditopang oleh penggilingan/perusahaan swasta).
Patokan Harga Eceran Tertinggi (HET) Bapanas:
Beras Medium (SPHP): Dipatok sebesar Rp12.500 per kilogram.
Beras Premium: Dipatok sebesar Rp14.900 per kilogram.
Jaringan Distribusi Koperasi Desa Merah Putih: Dalam waktu dekat, distribusi beras akan diperluas ke pelosok desa melalui integrasi Koperasi Desa Merah Putih.
🚨 Pernyataan Sikap Redaksi: Apresiation Respons Cepat Bulog, Desak Percepatan Distribusi Pengecer & Awasi Spekulan Pasar!
Menyikapi jaminan ketersediaan beras dan penyaluran 4.000 ton SPHP harian oleh Perum Bulog per Oktober 2026 ini, redaksi DUNIA DALAM BERITA ONLINE memberikan pernyataan sikap pengawasan publik yang sangat tegas:
Apresiasi Langkah Bekerja Masif Perum Bulog & Komisi IV DPR: Penyaluran 120.000 ton beras SPHP per bulan serta peninjauan langsung ke PIBC Cipinang adalah langkah konkret menenangkan gejolak masyarakat!
Desak Bulog & Satgas Pangan Percepat Distribusi ke Warung Desa: Bulog dan Dinas Perdagangan daerah didesak untuk memangkas rantai birokrasi distribusi agar pasokan beras murah SPHP segera sampai ke pedagang eceran serta ritel desa tanpa tertahan di gudang!
Sikat Spekulan & Penimbun Beras di Tengah Isu Kelangkaan: Kementerian Perdagangan, Bapanas, dan Satgas Pangan Polri didorong untuk menindak tegas oknum pedagang nakal yang nekat menjual beras medium/SPHP di atas batas HET Rp12.500/kg demi meraup keuntungan pribadi.
"Jamin ketersediaan beras rakyat! Percepat distribusi SPHP ke pelosok daerah dan sikat mafia penimbun harga pangan!" tegas Pimpinan Redaksi.
DUNIA DALAM BERITA ONLINE akan terus berada di garis depan untuk mengawal keterbukaan informasi, analisis ketahanan pangan nasional, serta pengawasan harga bahan pokok di Indonesia.
Bagaimana pandangan Anda mengenai kelancaran penyaluran beras SPHP Bulog senilai Rp12.500/kg serta efektivitas pengawasan harga beras di wilayah Anda saat ini?
Tetaplah kritis, jaga ketahanan pangan keluarga, dan kawal Kemerdekaan Republik Indonesia!
Tim Investigasi Ketahanan Pangan, Kebijakan Ekonomi Logistik & Pengawasan Pasar Nasional
Redaktur Pelaksana: M.A.D.H.L