JAKARTA, duniadalamberita.online – Laporan pemeringkatan global mengenai kualitas dan kelayakan hidup negara-negara di dunia kembali dirilis. Berdasarkan Rumavi Global Relocation Index 2026 yang menilai 192 negara dan wilayah, Singapura dan Malaysia sukses menembus jajaran 10 besar negara terbaik di dunia untuk ditinggali. Singapura meraih posisi kedua dunia dengan skor 72,6, disusul ketat oleh Malaysia di peringkat ketiga dengan skor 72,0. Sementara itu, posisi pertama dunia berhasil disabet oleh Estonia dengan skor 72,8 dari skala 100.
Kondisi kontras justru harus ditelan oleh Indonesia. Dalam pemeringkatan global tersebut, Indonesia berada jauh di papan tengah pada peringkat ke-84 dunia dengan skor 62,4. Posisi ini menempatkan Indonesia di peringkat ketujuh kawasan Asia Tenggara, berada di bawah Singapura, Malaysia, Brunei, Thailand, Filipina, dan Vietnam.
📊 Rincian Pilar Penilaian & Peringkat Negara Terbaik Ditinggali 2026
Berikut rincian fakta pilar indikator penilaian serta daftar peringkat global dan regional berdasarkan Rumavi Global Relocation Index 2026:
4 Pilar Utama Indikator Penilaian (24 Metrik):
Keuangan & Pajak: Keterjangkauan biaya hidup, pajak penghasilan, perlakuan pendapatan luar negeri, pajak modal/kekayaan, dan stabilitas mata uang/perbankan.
Kelayakan Hidup & Kesehatan: Kualitas dan biaya kesehatan, keterjangkauan perumahan, kualitas udara, kenyamanan/risiko iklim, ruang hijau, serta infrastruktur digital.
Keamanan & Stabilitas: Keamanan jalan, supremasi hukum, stabilitas politik, risiko konflik, dan hak kepemilikan bagi WNA.
Kemudahan Menetap & Peluang: Akses visa, jalur permanent resident, kualitas pendidikan, peluang bisnis, penguasaan bahasa Inggris, dan ekosistem startup.
Daftar 10 Negara Terbaik Dunia 2026:
Estonia (72,8)
Singapura (72,6)
Malaysia (72,0)
Portugal (71,6)
Taiwan (71,4)
Lithuania (71,0)
Hong Kong (71,0)
Saint Kitts dan Nevis (70,3)
Republik Ceko (69,9)
Malta (69,8)
Peringkat Kawasan Asia Tenggara (ASEAN):
Singapura (72,6)
Malaysia (72,0)
Brunei (69,3)
Thailand (68,1)
Filipina (63,9)
Vietnam (63,6)
7. Indonesia (62,4)
Kamboja (61,4)
Laos (59,0)
Timor-Leste (55,1)
Myanmar (47,9)
🚨 Pernyataan Sikap Redaksi: Peringkat 84 Jadi Tamparan Keras, Desak Pemerintah Perbaiki Supremasi Hukum & Kualitas Udara!
Menyikapi hasil rilis Rumavi Global Relocation Index 2026 per 12 September 2026 ini, redaksi DUNIA DALAM BERITA ONLINE memberikan pernyataan sikap pengawasan publik yang sangat tegas:
Peringkat 84 Adalah Tamparan Keras Bagi Pemerintah: Posisi Indonesia yang tercecer di peringkat ketujuh ASEAN adalah bukti nyata bahwa jargon kemajuan ekonomi belum diimbangi dengan perbaikan kualitas hidup, kenyamanan iklim, dan kemudahan berusaha bagi masyarakat!
Desak Perbaiki Supremasi Hukum & Kebijakan Lingkungan: Pemerintah RI didesak untuk fokus memperbaiki pilar keamanan, supremasi hukum yang berkeadilan, serta mengatasi krisis polusi udara dan bencana karhutla tahunan yang terus menggerus skor kelayakan hidup nasional!
Optimalkan Infrastruktur Digital & Kesejahteraan Warga: Kementerian terkait didorong untuk tidak sekadar mengejar investasi asing, tetapi wajib memastikan keterjangkauan hunian, peningkatan derajat kesehatan publik, serta kemudahan fasilitas bisnis bagi anak bangsa.
"Jangan berpuas diri dengan narasi manis! Benahi supremasi hukum, tingkatkan kualitas udara, dan wujudkan Indonesia yang benar-benar layak dan aman ditinggali oleh rakyatnya sendiri!" tegas Pimpinan Redaksi.
DUNIA DALAM BERITA ONLINE akan terus berada di garis depan untuk mengawal keterbukaan informasi, analisis indeks daya saing global, serta pengawasan kebijakan publik di Indonesia.
Bagaimana pendapat Anda mengenai peringkat Indonesia di urutan ke-84 dunia dalam indeks negara terbaik untuk ditinggali saat ini?
Tetaplah kritis, dukung pembenahan kualitas hidup bangsa, dan kawal Kemerdekaan Republik Indonesia!
Tim Investigasi Indeks Global, Kebijakan Publik & Pengawasan Daya Saing Nasional
Redaktur Pelaksana: M.A.D.H.L