KERJASAMA LCT INDONESIA-SINGAPURA RESMI BERLAKU: BI & MAS Dorong Transaksi Langsung IDR-SGD, Pukul Dependensi Dolar AS!

KERJASAMA LCT INDONESIA-SINGAPURA RESMI BERLAKU: BI & MAS Dorong Transaksi Langsung IDR-SGD, Pukul Dependensi Dolar AS!
JAKARTA & SINGAPURA, duniadalamberita.online – Langkah revolusioner dalam memperkuat kedaulatan moneter dan efisiensi perdagangan regional resmi dimulai. Bank Indonesia (BI) bersama Monetary Authority of Singapore (MAS) secara resmi mengoperasionalkan kerangka kerja sama Local Currency Transaction (LCT) per 31 Agustus 2026. Kerja sama ini memungkinkan seluruh pelaku usaha di Indonesia dan Singapura untuk menyelesaikan transaksi bilateral secara langsung menggunakan mata uang Rupiah (IDR) dan Dolar Singapura (SGD) tanpa perlu lagi bergantung pada konversi mata uang ketiga seperti Dolar AS (USD).
​Kebijakan strategis yang dilandasi Peraturan Anggota Dewan Gubernur (PADG) Nomor 25 Tahun 2026 ini menjadi tonggak sejarah baru dalam mempercepat agenda dedolarisasi serta integrasi sistem keuangan di kawasan ASEAN.
​💳 Rincian Pilar Transaksi, Manfaat Ekonomi, & Jaringan Bank ACCD
​Berikut rincian fakta pilar transaksi, skema efisiensi biaya, serta daftar bank pengelola resmi LCT Indonesia-Singapura:
​Jenis Transaksi yang Difasilitasi (3 Pilar Utama):
​Transaksi Berjalan (Current Account): Memfasilitasi kegiatan ekspor dan impor barang serta jasa antar-pelaku usaha.
​Investasi Langsung (Direct Investment): Mempermudah aliran investasi modal asing langsung antar-kedua negara secara transparan.
​Pembayaran Lintas Negara (Cross-border Payment): Mendorong efisiensi penyelesaian kewajiban keuangan regional.
​Fitur Utama & Keuntungan Ekonomi:
​Kuotasi Langsung (Direct Quotation): Menghapus biaya konversi ganda (double conversion cost) akibat selisih kurs ganda (IDR ke USD, lalu USD ke SGD).
​Efisiensi Biaya & Mitigasi Risiko: Menekan biaya administrasi perbankan serta mempermudah instrumen lindung nilai (hedging) dari fluktuasi kurs.
​Relaksasi Ketentuan: Pemberian kelonggaran regulasi dan insentif oleh BI dan MAS bagi pelaku usaha.
​Mekanisme Bank ACCD yang Ditunjuk: Transaksi disalurkan melalui bank Appointed Cross Currency Dealer (ACCD) resmi, yakni 9 bank di Indonesia (BCA, Bank Mandiri, BNI, CIMB Niaga, DBS Indonesia, Maybank Indonesia, OCBC NISP, Bank Jatim, UOB Indonesia) serta 3 bank utama di Singapura (DBS Bank Ltd, OCBC, UOB).
​🚨 Pernyataan Sikap Redaksi: Apresiasi Terobosan BI-MAS, Desak Pelaku Usaha Batam-Kepri Manfaatkan LCT & Pangkas Biaya Siluman!
​Menyikapi pengoperasionalan resmi skema LCT Indonesia-Singapura per 2 September 2026 ini, redaksi DUNIA DALAM BERITA ONLINE memberikan pernyataan sikap pengawasan publik yang sangat tegas:
​Apresiasi Langkah Nyata Dedolarisasi Moneter: Keputusan BI dan MAS mengabaikan Dolar AS dalam transaksi IDR-SGD adalah terobosan geostrategis yang sangat tepat untuk memperkuat ketahanan kurs Rupiah dari kejutan ekonomi global!
​Eksportir & Pengusaha Batam-Kepri Didesak Segera Beralih: Pelaku industri, pengusaha ekspor-impor, dan sektor jasa di Kota Batam serta Kepulauan Riau—sebagai gerbang terdepan yang berbatasan langsung dengan Singapura—didesak untuk segera memanfaatkan fasilitas bank ACCD guna memangkas biaya konversi ganda!
​Perbankan Didesak Sosialisasikan Kemudahan Akses LCT: Jajaran bank ACCD yang ditunjuk didorong untuk tidak mempersulit prosedur administrasi serta gencar melakukan sosialisasi agar insentif relaksasi LCT dirasakan langsung oleh pelaku UMKM dan investor daerah.
​"Tinggalkan ketergantungan Dolar AS! Gunakan Rupiah dan Dolar Singapura secara langsung demi efisiensi dan kedaulatan ekonomi daerah!" tegas Pimpinan Redaksi.
​DUNIA DALAM BERITA ONLINE akan terus berada di garis depan untuk mengawal keterbukaan informasi, kebijakan moneter nasional, serta transparansi iklim investasi di Kota Batam dan Kepulauan Riau.
​Bagaimana pandangan Anda mengenai dampak implementasi transaksi langsung Rupiah-Dolar Singapura (LCT) bagi pertumbuhan bisnis dan ekspor-impor di Batam saat ini?
​Tetaplah kritis, dukung kedaulatan moneter Indonesia, dan kawal Kemerdekaan Republik Indonesia!
​Tim Investigasi Moneter Regional, Pengawasan Perbankan & Kebijakan Ekonomi Internasional
Redaktur Pelaksana: M.A.D.H.L