JAKARTA, duniadalamberita.online – Raksasa konglomerasi PT Djarum secara resmi memberikan klarifikasi tegas atas pemberitaan media keuangan internasional Bloomberg terkait isu pemindahan dana keluarga miliarder Hartono sebesar USD 1,4 miliar atau setara Rp24,6 triliun ke luar negeri. Pihak manajemen mengonfirmasi transaksi tersebut dan menegaskan bahwa langkah investasi itu merupakan bentuk diversifikasi bisnis murni guna memperkuat rantai pasok (supply chain) industri rokok Djarum, bukan pelarian modal.
Corporate Communications Manager Djarum, Budi Darmawan, membantah narasi yang mengaitkan transaksi tersebut dengan kondisi stabilitas ekonomi nasional di Indonesia.
🏭 Rincian Kronologi Akuisisi & Komitmen Investasi Kelompok Usaha Djarum
Berikut rincian fakta kronologi investasi luar negeri serta persentase aset milik keluarga Hartono:
Akuisisi Pabrik Kertas Rokok di AS & Austria:
Akhir 2023 (Amerika Serikat): Melalui entitas Evergreen Hill Enterprise Pte Ltd, kelompok usaha mengakuisisi perusahaan produsen kertas khusus di AS senilai USD 669 juta.
Sekitar 2024 (Austria): Evergreen merealisasikan akuisisi pabrik kertas rokok di Austria senilai €360 juta (sekitar USD 418 juta).
Total Investasi: Mencakup entitas di Singapura dan London dengan nilai investasi akumulatif mencapai USD 1,4 miliar (Rp24,6 triliun).
Penggunaan Pembiayaan Asing: Waktu akuisisi telah dirancang sejak 2023 di era Presiden Jokowi dan mayoritas didanai menggunakan struktur pembiayaan asing.
Komitmen Aset Domestik di Atas 90 Percent: Djarum menegaskan bahwa lebih dari 90 persen total aset dan portofolio bisnis keluarga Hartono tetap berada dan berputar di Indonesia demi mendukung kemakmuran nasional.
🚨 Pernyataan Sikap Redaksi: Apresiasi Klarifikasi Transparan, Desak Pemerintah Lindungi Industri Dalam Negeri & Jamin Keamanan Investasi!
Menyikapi polemik akuisisi rantai pasok Djarum bernilai Rp24,6 triliun di luar negeri per 13 September 2026 ini, redaksi DUNIA DALAM BERITA ONLINE memberikan pernyataan sikap pengawasan publik yang sangat tegas:
Apresiasi Transparansi Manajemen Djarum: Laporan resmi ini memperjelas bahwa aksi akuisisi luar negeri dilakukan demi penguatan rantai pasok industri bahan baku rokok, sekaligus menepis isu pelarian modal yang tidak berdasar!
Desak Pemerintah Jamin Iklim Investasi & Kepastian Hukum: Kementerian Keuangan dan BKPM didesak untuk terus memperkuat daya saing iklim usaha dalam negeri agar grup korporasi besar tetap memprioritaskan ekspansi kapasitas produksi di tanah air.
Kawal Ketat Penerimaan Pajak & Kontribusi Industri: Direktorat Jenderal Pajak didorong untuk memastikan bahwa struktur akuisisi entitas luar negeri tetap memberikan kontribusi perpajakan yang adil dan transparan bagi penerimaan negara.
"Lindungi industri nasional, dukung ekspansi global Djarum, dan jamin 90 persen lebih kekuatan modal tetap membangun ekonomi Indonesia!" tegas Pimpinan Redaksi.
DUNIA DALAM BERITA ONLINE akan terus berada di garis depan untuk mengawal keterbukaan informasi, analisis korporasi nasional, serta pengawasan iklim investasi Indonesia.
Bagaimana pendapat Anda mengenai langkah ekspansi dan diversifikasi pabrik kertas rokok Djarum di luar negeri saat ini?
Tetaplah kritis, dukung kemajuan industri nasional, dan kawal Kemerdekaan Republik Indonesia!
Tim Investigasi Perbankan Korporasi, Rantai Pasok Industri & Ekonomi Global
Redaktur Pelaksana: M.A.D.H.L