JAKARTA, duniadalamberita.online – Jagat media sosial kembali diguncang oleh penyebaran konten disinformasi di tengah meningkatnya tensi politik dan aksi demonstrasi di Jakarta. Sebuah unggahan video viral mendadak menghebohkan warganet setelah mengklaim bahwa pasukan elite Korps Baret Merah atau Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat telah diterjunkan langsung ke jalanan untuk mengamankan jalannya aksi demonstrasi kemarin.
Namun, berdasarkan hasil penelusuran mendalam dan verifikasi fakta yang dilakukan oleh tim Kompas Cek Fakta, klaim narasi dalam video tersebut dipastikan 100 persen HOAKS. Video yang beredar luas di berbagai platform media sosial itu bukanlah video pengerahan pengamanan demo, melainkan potongan video lama kegiatan pembaretan prajurit TNI yang berlangsung pada Juli lalu.
🔍 Rincian Hasil Penelusuran Fakta & Verifikasi Video
Berikut rincian fakta verifikasi digital atas beredarnya narasi disinformasi pengerahan Kopassus:
Isi Klaim Narasi Viral: Video mengunggah rekaman pergerakan prajurit beret merah dengan narasi penyesatan yang mengeklaim Kopassus dikerahkan untuk mengendalikan massa demonstrasi di Jakarta.
Hasil Verifikasi Kompas Cek Fakta: Dipastikan sebagai konten manipulatif (misleading content). Rekaman tersebut merupakan dokumentasi upacara tradisi pembaretan prajurit TNI pada Juli 2026 dan tidak ada kaitannya dengan pengamanan demonstrasi.
Tugas Pokok Pengamanan Demo: Sesuai dengan prosedur operasional standar (SOP) dan undang-undang, pengamanan aksi penyampaian aspirasi di muka umum berada di bawah kendali Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang didukung oleh jajaran satuan teritorial.
🚨 Pernyataan Sikap Redaksi: Waspadai Propaganda & Pemecah Belah! Usut Pelaku Penyebar Hoaks Militer!
Menyikapi maraknya penyebaran video hoaks yang mencatut nama satuan TNI per 28 Agustus 2026 ini, redaksi DUNIA DALAM BERITA ONLINE memberikan pernyataan sikap pengawasan publik yang sangat tegas:
Kecam Keras Upaya Adu Domba & Disinformasi Publik: Tindakan memanipulasi video kegiatan internal TNI untuk memprovokasi suasana demo adalah bentuk kejahatan siber jahat yang bertujuan menciptakan kepanikan massa serta merusak citra institusi TNI!
Masyarakat Didesak Saring Sebelum Sharing: Publik dan warganet diimbau untuk tidak mudah mempercayai serta tidak ikut menyebarkan konten video dari sumber tidak jelas yang bermaksud membenturkan aparat dengan massa aksi.
Divisi Humas Polri & Siber Didesak Tindak Pelaku: Tim Siber Polri dan Puspen TNI didorong untuk memburu serta menindak tegas akun-akun pembuat dan penyebar utama hoaks tersebut demi menjaga stabilitas keamanan nasional.
"Stop sebar berita bohong! Cerdas mencerna informasi dan jaga kedamaian serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia!" tegas Pimpinan Redaksi.
DUNIA DALAM BERITA ONLINE akan terus berada di garis depan untuk mengawal keterbukaan informasi, verifikasi fakta digital, serta edukasi publik di Indonesia.
Bagaimana tanggapan Anda mengenai maraknya penyebaran konten hoaks berkedok militer yang mencoba memperkeruh suasana demonstrasi saat ini?
Tetaplah kritis, saring informasi sebelum berbagi, dan kawal Kemerdekaan Republik Indonesia!
Tim Investigasi Pengawasan Digital, Verifikasi Fakta & Keamanan Siber
Redaktur Pelaksana: M.A.D.H.L