BATAM — Sirkuit keuangan dan administrasi pabean di kawasan Free Trade Zone (FTZ) Batam memasuki babak baru pengawasan digital. Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Batam dilaporkan resmi mensinergikan sistem peladen data manifestasi logistik berbasis kecerdasan buatan (AI-Powered Customs Application) guna memperkeras deteksi dini terhadap potensi penyalahgunaan fasilitas pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) bagi barang input industri manufaktur.
Langkah preventif yang diterapkan secara radikal di pintu masuk pelabuhan feri logistik dan kargo bandara ini ditargetkan untuk menyapu bersih praktik mal-administrasi korporasi nakal. Modus operandi pengalihan komoditas non-industri yang diselundupkan dengan kedok bahan baku pabrik menjadi sasaran tembak utama dalam penertiban fiskal kali ini. Pengetatan ini dipacu demi menyelamatkan potensi pendapatan negara sekaligus menjaga iklim kompetisi usaha yang sehat di kalangan penanam modal asing (PMA).
Redaksi DUNIA DALAM BERITA ONLINE mendesak otoritas pabean teritorial untuk memastikan bahwa transisi sistem digitalisasi ini dibersihkan dari celah manipulasi internal (internal fraud) oleh oknum petugas pabean korup. Integrasi sistem pertahanan fiskal ini harus murni berjalan transparan demi menegakkan martabat hukum ekonomi dan kedaulatan finansial Negara Kesatuan Republik Indonesia di wilayah perbatasan internasional.