JAKARTA, duniadalamberita.online – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menegaskan bahwa pembenahan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi prioritas utama lembaga yang dipimpinnya. Pihaknya menekankan bahwa setiap program yang memanfaatkan anggaran negara wajib berjalan secara transparan, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan sepenuhnya kepada publik.
Langkah pembenahan ini ditujukan untuk menutup rapat celah kecurangan serta memastikan program prioritas tersebut berdampak langsung bagi masyarakat penerima manfaat.
Dari Manual ke Digital: Hentikan Praktik "Sembunyi-Sembunyi"
Sebagai bagian dari modernisasi tata kelola, Sudaryono mendorong digitalisasi penuh pada seluruh alur proses MBG. Sistem pencatatan yang selama ini masih bersifat manual akan dialihkan ke platform digital guna menciptakan rekam jejak (track record) yang transparan dan mudah diaudit.
Ia menegaskan tidak boleh ada lagi praktik sembunyi-sembunyi dalam pelaksanaan program yang menyangkut kebutuhan gizi kelompok rentan, seperti anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, lansia, dan masyarakat penerima manfaat lainnya.
"Setiap rupiah anggaran negara yang digunakan untuk gizi rakyat harus memiliki rekam jejak digital yang jelas. Tidak ada ruang bagi praktik-praktik gelap di bawah meja," ujar pihak BGN.
Penggerak Ekonomi Desa dan Penyerapan Hasil Lokal
Selain fokus pada tata kelola administrasi yang bersih, Program Makan Bergizi Gratis juga dirancang sebagai mesin penggerak ekonomi di tingkat akar rumput. Ekosistem MBG diwajibkan untuk menyerap langsung hasil produksi lokal dari para petani, peternak, dan nelayan di desa-desa.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat perdesaan secara simultan.
Peringatan Keras Redaksi: Sikasi Habis Penyelundupan Anggaran Gizi!
Menyikapi komitmen Kepala BGN, redaksi INDOMOSAD KRITIS NEWS melayangkan pengawasan ketat terhadap implementasi di lapangan:
Sikat Oknum Mafia Pangan: Desak BGN dan aparat penegak hukum untuk memantau sirkuit pengadaan bahan baku di tingkat daerah dari intervensi oknum tengkulak dan perantara nakal.
Transparansi Anggaran 100%: Hak nutrisi anak-anak dan ibu hamil tidak boleh disunat demi keuntungan pribadi atau kelompok tertentu.
"Program Makan Bergizi Gratis harus dijaga dengan pengawasan radikal agar manfaatnya 100 persen dirasakan oleh rakyat dan tidak disalahgunakan oleh pihak mana pun," tegas Pimpinan Redaksi dalam pernyataan sikap investigasinya.
Dunia Dalam Berita akan terus mengawal janji digitalisasi dan transparansi MBG ini hingga ke unit-unit pelayanan paling ujung di seluruh Nusantara.
Akankah digitalisasi BGN mampu menyapu bersih potensi korupsi anggaran gizi anak bangsa?
Tetaplah kritis, demi masa depan gizi generasi penerus!
Tim Investigasi Nasional
Redaktur Pelaksana: M.A.D.H.L